Just trying to do the best!!
Curahan hati wong ghendenk

Mei
16

Saya mengalami error pada saat membuat Oracle Real Application Cluster (RAC), karena antar node tidak memiliki waktu yang sama. Untuk koneksi ke internet agak rada sulit, karena ada di belakang proxy. Bagaimana agar waktunya sinkron? Jadikan salah satu komputer dengan OS Windows XP menjadi NTP server. Caranya, masuk ke regedit, cari :

HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\W32Time\Parameters

tambahkan key DWORD baru dengan nama LocalNTP, kasi nilai 1

Kemudian dari komputer dengan OS Linux, untuk sinkronisasi dengan NTP Server baru tadi, ketikkan :

ntpdate -u [ip_ntp_server]

Mei
16

Entah kenapa, tapi tiba-tiba teringat akan hal ini. Dulu pernah membaca postingan seseorang dari form CHIP, tepatnya di sini, dari bro zaemon. Isinya :

Wanita cantik ga bakalan milih cowok jelek pada awalnya. Tapi mungkin gara pendapat ini: ” Cowok pasti punya kekurangan diantara cakep, kaya dan setia. Cowok cakep dan kaya ga mungkin setia, cowok setia dan kaya biasanya ga cakep and cowok setia dan cakep biasanya ga kaya. Jika ada cowok yg cakep, setia dan kaya, biasanya ga suka cewek”.

Post di atas muncul pada thread Mengapa Wanita Cantik Memilih Pria Jelek?

Inti dari post di atas adalah, 3 hal yang dimiliki cowo yang dicari cewe, yaitu :

  • cakep
  • setia
  • kaya

Jadi cowo itu hanya memiliki 2 dari ketiga karakter di atas, dan satunya lagi merupakan kelemahannya.

  • Cowo cakep + kaya biasanya tidak setia
  • Cowo cakep + setia biasanya tidak kaya
  • Cowo setia + kaya biasanya tidak cakep
  • Cowo yang setia + kaya + cakep biasanya tidak suka cewe

Bagaimana menurut yang lain?

Mei
14

Akhirnya sampai di Bandung juga dengan selamat, walaupun kemaren aq kecopetan (kecopetan tenaga, jadi hilang deh tenaganya di Bekasi). Implementasinya kemaren berhasil, walaupun proses creatingnya belum kelar sampai sekarang. Lebih lama, sampai tulisan ini diklik tombol Save, sudah berjalan 3 kali lebih lama dari proses di lokal, itupun baru 51%. Wajar, mengingat dulu prosesnya lokal, sekarang Bandung-Bekasi. Untuk via fiber optic, bayangkan kalau wireless. Apa kata dunia?™ Data sebesar kurang lebih 200 Gb ditransfer pake wireless?

Kemaren waktu install, sempat terjadi kendala. IP diganti, beda segment pula. Server Standby akhirnya diganti IPnya, mounting ulang NFSnya ke server Primary (karena prosesnya menggunakan NFS), setting parameter export di server Primary agar memperbolehkan dimount oleh IP server Standby, beres.

Tahap selanjutnya adalah mengenalkan server Standby baru ke Grid Control, agar nanti create Data Guardnya dari Grid Control aja (mumpung ada fasilitas Grid Control, daripada manual, tul ga?). Setelah agent disuruh reconfigurasi :

#agentca -f

dan rediscover

#agentca -d

tapi koq agak rada2 aneh, si Grid Control seolah2 ngga mengenali. Singkat cerita (soalnya ada kerjaan lagi nih, jadi biar nulis di blog ini singkat :D) karena si Grid Control punya ingatan mendalam tentang IP Standby yang lama. Catatan, dulu server Standby sudah pernah dibuat sebagai server Standby juga, tapi di lokal, Sekarang dipindahkan ke site baru, Grid Controlnya diremove, terus dipindahkan, ganti IP, ternyata tidak berjalan lancar. Solusinya? Ganti hostname. Setelah itu? Lakukan langkah seperti biasanya. Beres dah :D

 

*Berhubung buru-buru, ntar aq post lagi langkah2nya ya :D*

Mei
13

Hari ini mau ke Bekasi, mau implement Oracle Data Guard di Bekasi. Kondisi masih belum pulih sebenarnya, tapi gak apa-apa lah, toh udah bawa obat dan senjata lainnya :D

Moga-moga implementasinya lancar tanpa halangan…

 

Ciao…..

Mei
12

Jumat malam kemaren lembur lagi, karena dilakukan patching terhadap database Oracle. Dimulai dari jam 5 sore sampai jam 2 pagi. Begitu pulang, besok paginya badan mulai terasa ngga enak, seperti kurang garamlah kira-kira analoginya. Sabtu malamnya mulai agak demam, Minggu paginya udah lumayan enak. Bisa melakukan aktifitas Minggu seperti biasanya (gereja bowk.. udah rajin sekarang, ngga kya dulu lagi, ada aja alasan untuk tetap tidur di kasur, atau di karpet kalau lagi nginap di tempat orang). Siangnya ngantar Barton ke stasiun sambil mengambil hardisk dari teman di stasiun (sebenarnya mengambil hardisk sambil mengantar Barton tepatnya). Sewaktu pulang, badan semakin ngga enak (analoginya seperti makanan kurang matang), akhirnya sorenya tumbang deh… Hari ini masuk karena harus mengantar hardisk yang diambil kemaren sekaligus membuat laporan pemeliharaan. Setelah itu izin pulang untuk istirahat, karena besok dan rabu ke bekasi untuk mencoba implementasi Oracle Data Guard.

 

Oh, nasib…….

Mei
12

Kemaren baru download Centos 5.1 64 bit. Tapi curiga file ISOnya corrupt. Pengen verifikasi apakah file ISOnya bener atau ngga neh? Di MD5 checksum aja. Kan waktu download, biasanya kita boleh mendownload checksum MD5 nya, jadi setelah didownload tinggal diverifikasi aja, apakah yang kita download itu sama dengan yang di server atau tidak. Bagaimana caranya? Caranya :

#md5sum file.iso > file.iso.md5

artinya, file.iso akan dibuat MD5nya, dan akan ditulis ke file.iso.md5 pada direktori yang sama.

Untuk membaca file ISO, yaitu mengubah CD/DVD yang ada menjadi isi dari file ISO, dapat menggunakan :

#umount /dev/cdrom

#dd if=/dev/cdrom of=file.iso bs=1024 

Untuk membuat folder tertentu menjadi file ISO, dapat menggunakan :

#mkisofs -r -o file.iso /lokasi_folder/

 

Pada OS Windows, untuk verifikasi MD5 dapat menggunakan aplikasi gratisan, seperti winmd5sum

 

Mei
05

Kemaren siang, sewaktu sedang nyantai, sekitar pukul 14.00 WTS (Waktu Tidur Siang), tiba-tiba langit mulai gelap. Ngga terasa hujan turun. Awalnya sih ngga terlalu lebat, terus seolah-olah berhenti. Tiba-tiba (lagi), hujan turun selebat-lebatnya (selebat hutan Amazon di Afrika). Truz, koq suara hujan yang menyentuh atap sepertinya lain, seperti kerikil yang dilempar. Begitu melihat keluar, ternyata hujan es saudara-saudari. Sekitar 5 menitan, eh esnya habis, tinggal air doang yang turun membasahi bumi (tadi sok garing, sekarang sok puitis, dasar ngga punya pendirian).

Pertama kali liat ujan es nih (padahal di Bandung sudah sering hujan es, lho :D)

Mei
05

Hari ini melihat ke report backup oracle, ternyata failed. setelah ditelaah, ada file backup dan archivelog yang di rman tercatat, tapi secara fisik sudah hilang. Backup akan menganggap hal ini error, karena settingan backup diatur untuk menghapus obsolete backup dan menghapus archivelog yang sudah selesai dibackup, sementara rman tidak bisa menghapus file tersebut karena secara fisik sudah tidak ada. Untuk memperbaiki hal ini, dapat dilakukan crosscheck, kemudian didelete archivelog yang sudah expire ataupun backup yang sudah obsolete. Caranya :

1. Login ke rman

#rman target /

2.Di RMAN, crosscheck archivelog :

RMAN>crosscheck archivelog all;

3. Akan ditampilkan daftar archivelog yang sukses di crosscheck dan yang failed di crosscheck. Sekarang archivelog yang failed akan dihapus :

RMAN>delete expired archivelog all;

4. Archivelog yang expired akan dihapus. Sekarang untuk yang backup, lihat dulu backup yang obsolete :

RMAN>report obsolete;

5. Akan ditampilkan daftar backup yang obsolete, sekarang backup yang obsolete tadi akan dihapus :

RMAN>delete obsolete;

6. Pada konfirmasi, ketik yes, backup yang obsolete akan dihapus

Mei
05

Kemaren sedikit berkutat dengan parameter Oracle. Diminta untuk membuka settingan session sehingga dapat diakses sekaligus dengan banyak session. Awalnya ingin menggantinya menggunakan TOAD, tapi ternyata bisa dilakukan via pfile. Begini langkahnya :

*catatan: database akan berada dalam keadaan shutdown atau tidak akan dapat diakses*

1. login ke sqlplus :

#sqlplus / as sysdba

2. shutdown database :

sqlplus>shutdown immediate;

3. buat pfile dari spfile yang ada. spfile merupakan file binary, sehingga perlu dibuat menjadi pfile dan dapat diedit menggunakan editor :

sqlplus>create pfile from spfile;

4. pfile akan terbentuk di $ORACLE_HOME/dbs/init[nama_database].ora . Apabila pada saat create dikatakan bahwa sudah ada pfile, rename pfile yang sudah ada sekarang (sebenarnya sih bisa saja dihapus, tapi untuk backup jika terjadi apa-apa :D)

5. Keluar dari sqlplus, kemudian edit pfile yang baru saja dibuat :

sqlplus>exit

#vi $ORACLE_HOME/dbs/init[nama_database].ora      (untuk Linux)

5. Cari settingan session, naikkan seperlunya, cari settingan open_cursors, naikkan seperlunya (saya menaikkannya menjadi 3x sessions), cari settingan processes, naikkan menjadi setidaknya sama atau lebih besar dari settingan sessions.

6. Save dan keluar dari editor

7. Rename spfile yang sudah ada, spfile ada di $ORACLE_HOME/dbs/spfile[nama_database].ora

8. Login kembali ke sqlplus :

#sqlplus / as sysdba

9. Create spfile baru :

sqlplus>create spfile from pfile;

10. Setelah berhasil, startup kembali database :

sqlplus>startup;

Apr
28

Tadi pas nyari-nyari contoh surat pernyataan, ketemu di http://agusmp3.multiply.com/journal/item/35 dan http://www.ngelamar.com/